Apa itu Agnostik? Berikut Pengertian dan Arti Agnostik

agnostik adalah
agnostik adalah

Banyak orang yang salah paham tentang agnostisme. Katanya, agnostik itu bertuhan tapi tidak beragama. Atau, beragama, tapi tidak melakukan ritual. Itu semua definisi yang keliru.

Agnostik artinya paham yang mengatakan bahwa manusia tidak tahu segala sesuatu tentang Tuhan.

Ringkasnya begini:
teis = tuhan itu ada
ateis = tuhan itu tidak ada
agnostik = saya tidak tahu

Lho, tidak tahu berarti bingung, dong? Bukan. Tidak tahu itu artinya sadar betul di bagian mana kita tahu, dan di bagian mana kita tidak tahu. Kalau tidak tahu, jangan sok tahu. Dalam hal ini agnostik adalah sikap rendah hati.

Masa Tuhan aja nggak tahu. Tuhan itu bla bla bla bla bla. Hooh. Yang kamu beberkan itu bukan yang kamu ketahui, tapi kamu imani. Sumbernya dari mana? Dari orang yang hidup di zaman dulu. Dari mana mereka tahu soal Tuhan? Macam-macam sumbernya. Sebagian orang berpikir, merenung, berfilsafat, lalu merumuskan pemahaman tentang Tuhan. Ada yang merasa dan mengklaim dia bertemu Tuhan, lalu Tuhan mengajarkan tentang diri-Nya kepada orang itu. Ada yang mengaku Tuhan.

Bagaimana Anda memastikan setiap ajaran tentang Tuhan yang Anda terima itu benar? Anda, misalnya, tidak tahu bahwa orang yang mengaku bertemu Tuhan itu benar-benar bertemu atau tidak. Anda hanya yakin saja. Apalagi yang mengaku Tuhan. Hehe. Katakanlah, misalnya, benar orang itu bertemu dengan sesuatu yang bukan makhluk bumi, memberi tahu dia soal ini dan itu. Bagaimana Anda memastikan bahwa yang bertemu dengannya itu adalah Tuhan? Bagaimana kalau itu adalah penghuni galaksi lain, misalnya. Hehe lagi.

Kalau Anda belajar sejarah agama-agama, Anda akan temukan bahwa konsep Tuhan itu berubah seiring dengan perkembangan pikiran manusia. Tuhan di masa lalu banget tampak konyol konsepnya di masa berikutnya. Tuhan jadi semakin abstrak. Tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa Tuhan itu adalah produk gagasan manusia.

Tentu ini ditolak oleh orang yang beriman. Mereka yakin Tuhan mereka benar. Ya, bebas aja. Yakin itu kepercayaan, bukan sesuatu berbasis bukti empiris. Agnostik memahami bahwa tidak ada klaim soal Tuhan yang bisa dipertahankan dengan bukti empiris. Buktinya hanyalah keyakinan itu sendiri.

Sumber : Facebook Kang H Idea