Jangan salah kasih, Mubajir

berbagi takjil
berbagi takjil

Bulan puasa merupakan bulan yang penuh berkah sehingga banyak masyarakat yang berlomba – lomba untuk berbuat kebaikan, Salah satunya memberikan Takjil.

Namun jangan salah kasih, jika tidak ingin membuat makanan itu menjadi mubajir dan justru membuat perantara dosa untuk kita juga, Kok bisa ?

Sebelum membahas lebih jauh, kalian tentunya sudah tidak asing dengan para (maaf) fakir miskin yang banyak duduk – duduk di pinggir jalan ketika sore hari.

Mereka berharap mendapatkan bantuan makanan dari para pengendara yang lewat, Benar ? kalian pernah heran gak sih, kok mereka munculnya di bulan puasa saja ?

Kita kembali ke topik “Jangan salah kasih, Mubajir” ini hanya dari sudut pandang dan unek – unek saya , Kalian dapat mengkoreksi jika saya salah melalui kolom komentar.

Sekarang coba kalian bayangkan jika 1 orang (maaf) fakir miskin mendapatkan 1 buah paket takjil yang berisi nasi beserta lauk pauk dan kolak dari 1 orang donatur.

Namun jika kalian memperhatikan, banyak sekali donator yang memberikan paket tersebut ke satu orang yang sama

Anggap saja ada 10 donatur, berarti (maaf) fakir miskin tersebut mendapatkat kurang lebih 10 buah paket nasi dan takjil untuk berbuka.

Disinilah mengapa saya memberikan judul “Jangan salah kasih, Mubajir” , Jika kalian pernah melihat trending twitter beberapa waktu yang lalu mengenai makanan yang dibuang dan hanya di pilih lauknya saja oleh (maaf) fakir miskin, bagaimana menurut kalian?

Sedikit saran dari saya untuk kalian para donatur yang baik hati, memberi tanpa pamrih, ada baiknya kalian memberikan kepada orang yang tepat salah satunya pedagang asongan.

Kenapa harus pedagang asongan ? Dari sudut pandang saya pribadi, pedagang asongan lebih berhak untuk mendapatkannya.

Pedagang Asongan
Kakek Pedagang Pisang

Tidak seperti (maaf) fakir miskin yang hanya menunggu pemberian, padahal secara fisik mereka lebih sehat jika di bandingkan dengan pedagang asongan.

Setelah mengeluarkan unek – unek ini, Silahkan kalian menilai sendiri, ini hanya dari sudut pandang saya. Jika ada yang kurang berkenan, Silahkan hubungi saya via kolom komentar atau email.

Leave a Reply

*